Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla (JK), sumber foto: Istimewa
Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla (JK) bersama sejumlah pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama Sulawesi Selatan (FKUB-Sulsel) mengunjungi lokasi ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Utara. Di sana mereka bertemu dengan Uskup Agung Makassar Mgr. Jhon Likuada yang mewakili pengurus gereja.
Dalam pertemuannya dengan Uskup Agung, JK menyatakan penyebab maraknya bom bunuh diri adalah karena seseorang menjual surga dengan harga murah.
“Saya katakan, aksi bom bunuh diri terjadi karena ada orang yang menjual surga,” kata JK kepada Jhon Likuada.
Jusuf Kalla menilai teroris ingin masuk surga dengan cara membunuh orang
Wakil Presiden kedua periode menilai bahwa teroris adalah kelompok radikal yang ingin masuk surga dengan mudah. Pelaku yang dia yakini mengira dengan membunuh orang dia bisa masuk surga.
“Padahal tidak ada agama mengajarkan hal seperti itu,” kata JK.
Jusuf Kalla mengingatkan potensi aksi teror selanjutnya
Dalam pertemuan tersebut, JK mengingatkan potensi aksi teror lanjutan pasca bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Pasalnya, dia melihat aparat segera menangkap tersangka terkait teror di berbagai lokasi seperti Bekasi dan Jakarta Timur.
"Bisa jadi ini mereka merencanakan gerakan serentak nasional, ini untuk memberikan kita kehati-hatian," kata JK dalam keterangannya.
Aksi teror merupakan masalah bagi semua agama
Jusuf Kalla pun menyampaikan belasungkawa atas kejadian teror yang terjadi. Menurutnya, masalah ini akan menjadi masalah bagi seluruh umat beragama.
“Aksi teror di Makassar ini bukan hanya menjadi masalah umat katolik tapi juga menjadi masalah kita semua umat manusia,” kata JK.
Situs Poker Online, Domino Qiu Qiu, Poker88, Agen Judi Poker Online, Pokersnow






0 Comments for "Berkunjung ke Gereja Katedral Makasar, JK: Ada Orang Jual Surga"