BIN Sebut Pelaku BOm Bunuh Diri di Gereja Katedral Makasar Sudah jadi Incaran

Maret 31, 2021 0

 

Ilustrasi, sumber foto: Bisnis/Paulus Tandi Bone


Badan Intelijen Negara (BIN) membantah aksi teror di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, bisa terjadi pada Ahad, 28 Maret 2021. Akibat aksi kedua teroris tersebut, 20 orang diantaranya terluka. Mabes Polri menyebut kedua pelaku adalah suami istri yang baru enam bulan menikah.


Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informatika BIN, Wawan Hari Purwanto mengatakan, kedua pelaku bom bunuh diri itu sebenarnya masuk radar BIN. Bahkan, mereka dikejar-kejar aparat keamanan untuk ditangkap.


“Kami tidak kebobolan, karena sebenarnya orang ini dalam pengejaran dan akan terus menerus ditangkap selain 20 orang yang ditahan di Sulawesi Selatan. Karena orang-orang dari Sulawesi Tengah itu larinya kan ke Sulsel. Jadi, semua terdesak dan pengejaran itu kan butuh waktu,” kata Wawan saat berbicara di stasiun TV CNN Indonesia, Senin (29/3/2021).


Dalam keterangan tertulis, kata Wawan, indikasi aksi teror di Makassar sudah terpantau sejak 2015. Saat itu, ratusan jemaah dibaiat oleh kelompok militan ISIS di Sudiang, Sulawesi Selatan.


Aksi teror di Makassar terjadi setelah penangkapan 20 terduga teroris jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) pada awal Januari 2021. Penangkapan tersebut dilakukan oleh Polda Sulsel dan Densus 88 Antiteror.


“Mereka terlibat pendanaan pelaku bom bunuh diri di Filipina dan turut memfasilitasi pelarian Andi Baso,” ujarnya lagi.


Bagaimana rekam jejak Andi Baso dalam melakukan aksi teror?


Andi Baso ditembak mati oleh militer Filipina pada tahun 2020


Jejak aksi teror Rejam Andi Baso melebar hingga ke selatan Filipina. Ia terlibat dalam aksi bom bunuh diri yang terjadi di kota Jolo, Filipina selatan pada 24 Agustus 2020. Dalam serangan teror tersebut, 14 orang tewas, termasuk enam warga sipil.


Namun, menurut catatan BIN, Andi Baso alias Ikbal merupakan tersangka pelaku pengeboman di Gereja Oikumene Samarinda pada 2017. Belakangan, pada 2020, militer Filipina menyebut Andi tewas dalam baku tembak di Kota Patikul, Filipina selatan. Menurut laporan media Malaysia, Benar News, jasad Andi tidak pernah ditemukan.


Otoritas Filipina melakukan perburuan gencar terhadap Andi setelah dua kali serangan bom bunuh diri terjadi dalam waktu dekat. Pelaku bom bunuh diri adalah dua wanita dari kelompok militan. Laman ABC News, 9 Agustus 2020 memberitakan bahwa bom bunuh diri tersebut menewaskan 15 orang dan 75 orang lainnya.


Kedua wanita pelaku bom bunuh diri itu adalah istri dari anggota kelompok militan Abu Sayyaf. Ini mencerminkan bahwa ekstremisme telah merasuki anggota keluarga inti.


"Ini berubah menjadi permasalahan keluarga bagi mereka yang membiarkan dirinya didoktrin dengan paham tertentu," kata Kepala Angkatan Bersenjata Filipina, Letnan Jenderal Cirilito Sobejana.


Kemudian, Andi diketahui menikah dengan Rezky Fantasya Rullie alias Cici. Orang tua Cici adalah pelaku bom bunuh diri di Katedral Our Lady of Mount Carmel di Jolo, Filipina selatan. Serangan teror tersebut menewaskan 23 orang, termasuk seorang pelaku bom bunuh diri.


Anggota terduga teroris yang ditangkap polisi sempat menjadi anggota eks ormas


Menurut Wawan, terduga teroris yang ditangkap di Makassar adalah anggota dan simpatisan eks ormas tertentu. Meski nama ormas belum disebutkan, namun publik mengetahui bahwa ormas yang dimaksud adalah Front Pembela Islam (FPI).


Kapolda Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal (Pol) Merdisyam membenarkan bahwa beberapa terduga teroris yang ditangkap di Makassar adalah anggota FPI.


“Berdasarkan hasil pemeriksaan Densus, mereka memang anggota FPI Makassar. Tapi tidak semua (terduga teroris yang ditangkap adalah anggota FPI),” kata Merdisyam Februari lalu kepada media.


Ia mengatakan, pada 2015 ada pembaiatan di Limboto. Proses pembaiatan dilakukan oleh anggota FPI.


BIN mengatakan aparat keamanan akan terus mengejar jaringan teroris di Makassar


Wawan mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasalnya, aparat keamanan terus memburu oknum-oknum terkait aksi teror di Makassar.


"Masih ada beberapa yang belum tertangkap dan dalam proses pengejaran," kata Wawan.


Pada hari ini, polisi berhasil menangkap empat terduga teroris di Bekasi dan Condet. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit mengatakan, keempat orang tersebut merupakan penyedia sampai ahli bom yang digunakan dalam aksi teror.


Di saat yang sama, Densus 88 Anti Teror juga menangkap lima terduga teroris di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sembilan orang itu terkait aksi teror di Gereja Katedral Makassar.

Situs Poker Online, Domino Qiu QiuPoker88Agen Judi Poker OnlinePokersnow

0 Comments for "BIN Sebut Pelaku BOm Bunuh Diri di Gereja Katedral Makasar Sudah jadi Incaran"