Penjelasan Frozen Shoulder, Dapat Ganggu Aktivitas Sehari-hari

Maret 16, 2021 0

 

Ilustrasi, sumber foto: Getty Images


Apakah kamu sering mengalami nyeri dan kaku di area bahu? Bisa jadi, kondisi yang kamu rasakan merupakan tanda dari frozen shoulder atau adhesive capsulitis.


Pada frozen shoulder atau bahu beku, kamu akan merasakan nyeri dan kaku pada persendian bahu. Kondisi ini membuat bahu sulit bergerak, seolah membeku.


Selain ketidaknyamanan dan membatasi gerakan, pemulihan bahu yang membeku juga bisa memakan waktu lama. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang frozen shoulder, kamu bisa simak ulasannya berikut ini.


1. Nyeri bahu dan kesulitan bergerak


Melansir Mayo Clinic, frozen shoulder merupakan kondisi kaku dan nyeri pada sendi bahu yang membuat sulit untuk digerakkan. Umumnya gejala akan muncul dan memburuk secara bertahap. Kondisi ini bisa berlangsung selama 1 hingga 3 tahun.


Bagi sebagian orang, nyeri semakin parah pada malam hari dan dapat mengganggu kualitas tidur. Frozen shoulder jarang terjadi kembali ke bahu yang sama, tetapi beberapa orang dapat mengalami kondisi ini di bahu yang lain.


2. Penyebab dan faktor risiko frozen shoulder


Frozen shoulder memengaruhi bagian kapsul bahu, yang merupakan jaringan di sekitar sendi bahu. Melansir WebMD, frozen shoulder terjadi saat kapsul bahu menebal dan mengencang, sehingga sulit untuk digerakkan.


Bentuk jaringan parut dan ada lebih sedikit cairan sinovial atau cairan yang melumasi sendi. Kondisi ini bisa membatasi pergerakan bahu.


Penyebab bahu beku tidak pasti. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya bahu beku, yaitu:


  • Usia 40 tahun atau lebih, umumnya lebih sering terjadi pada wanita

  • Tidak banyak menggerakkan bahu dalam jangka waktu yang lama, seperti pemulihan dari operasi, cedera, atau stroke

  • Kondisi medis tertentu juga dapat meningkatkan risiko frozen shoulder, seperti diabetes, penyakit jantung, masalah tiroid, atau penyakit Parkinson.


3. Gejala muncul dan berkembang secara bertahap


Orang yang mengalami frozen shoulder akan merasakan sakit dan kesulitan menggerakkan bahu. Menurut American Academy of Orthopedic Surgeons (AAOS), gejala berkembang dalam tiga tahap:


  • Freezing stage. Pada tahap ini, bahu mulai terasa nyeri saat digerakkan dan gerakan bahu mulai dibatasi. Umumnya kondisi ini berlangsung sekitar 6 minggu hingga 9 bulan.

  • Frozen stage. Gejala nyeri mulai membaik pada tahap ini, tetapi bahu terasa kaku. Tahap beku bisa bertahan 4 hingga 6 bulan dan menyulitkan penderitanya untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Thawing stage. Gerakan bahu perlahan mulai membaik pada tahap ini. Biasanya, itu terjadi dalam 6 bulan hingga 2 tahun.


4. Perawatan frozen shoulder dilakukan dengan terapi fisik, obat-obatan, atau prosedur lain


Frozen shoulder biasanya akan membaik seiring berjalannya waktu, meski bisa memakan waktu hingga 3 tahun. Menurut AAOS, fokus pengobatan adalah untuk mengontrol rasa sakit dan memulihkan gerakan serta kekuatan melalui terapi fisik.


Beberapa opsi untuk merawat bahu beku meliputi:


  • Obat antiinflamasi nonsteroid, seperti aspirin dan ibuprofen diberikan untuk mengurangi nyeri dan peradangan

  • Suntikan steroid, disuntikkan langsung ke sendi bahu

  • Hidrodilatasi, dengan menyuntikkan cairan steril ke dalam sendi bahu untuk meregangkan kapsul sendi bahu

  • Terapi fisik, dalam bentuk latihan khusus, akan membantu memulihkan gerakan

  • Pembedahan alias operasi, dilakukan jika kondisinya tidak membaik dengan terapi atau prosedur lain. Metode yang biasa digunakan adalah manipulasi bahu dan artroskopi. Manipulasi bahu dilakukan saat pasien tertidur di bawah pengaruh obat bius, dokter memaksa bahu bergerak untuk melonggarkan jaringan yang rapat. Metode lain adalah artroskopi. Pada artroskopi, dokter akan mengangkat jaringan parut di sendi bahu melalui sayatan kecil di sekitar bahu. Setelah operasi, biasanya diperlukan terapi fisik. Waktu pemulihan bervariasi dari 6 minggu hingga 3 bulan. Meski prosesnya lambat, komitmen terhadap terapi merupakan faktor penting dalam pemulihan


5. Pencegahan bahu beku


Jika merasa kesulitan untuk menggerakkan bahu selama masa pemulihan setelah operasi atau cedera, sebaiknya bicarakan dengan dokter tentang latihan atau gerakan bahu yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bahu membeku.


Selain itu, penanganan dini juga membantu mencegah kondisi semakin parah.


Nah, itulah informasi penting tentang frozen shoulder. Dapat mengganggu aktivitas, rasa nyeri dan kaku yang muncul perlu segera ditangani. Melakukan latihan fisik secara teratur dengan mencoba menggerakkan lengan penting dilakukan, terutama bagi orang yang sedang dalam masa pemulihan dari cedera atau setelah menjalani operasi bahu.

Situs Poker Online, Domino Qiu QiuPoker88Agen Judi Poker OnlinePokersnow

0 Comments for "Penjelasan Frozen Shoulder, Dapat Ganggu Aktivitas Sehari-hari"