Waspadai Dermatitis Numularis, Berikut Penjelasan dan Pengobatannya

Maret 24, 2021 0

 

Ilustrasi, sumber foto: thebabybirds.net


Dermatitis adalah kondisi peradangan pada kulit yang dapat menyerang siapa saja. Kondisi ini ditandai dengan munculnya ruam pada kulit dan biasanya terasa gatal. Dermatitis memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah dermatitis numularis.


Dermatitis numular menyebabkan bercak melingkar berbentuk koin. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan berikut ini, ya!


1. Radang kulit yang ditandai dengan bercak berbentuk koin


Dermatitis numularis (nummular dermatitis, nummular eczema atau discoid eczema) adalah peradangan pada kulit yang menyebabkan bercak melingkar atau oval.


Menurut National Eczema Association, kata "numular" berasal dari bahasa latin yang berarti "koin", karena bintik-bintik yang terbentuk terlihat seperti koin di kulit. Bercak biasanya gatal dan terkadang mengeluarkan cairan.


Dilansir Healthline, dermatitis numularis kerap muncul setelah terjadi cedera pada kulit, seperti luka bakar, lecet, atau gigitan serangga. Bercak bisa berjumlah satu atau lebih, dan bisa bertahan selama beberapa minggu.


Kondisi ini termasuk penyakit tidak menular. Dermatitis numularis lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Kondisi kulit ini cenderung dialami oleh pria pada rentang usia 55-65 tahun, sedangkan pada wanita biasanya dialami pada masa remaja atau dewasa muda.


2. Mulailah dengan titik kecil dan kemudian lingkaran yang lebih besar


Menurut informasi dari National Health Service, dermatitis numularis bisa terjadi di bagian tubuh manapun, meski biasanya tidak mempengaruhi wajah atau kulit kepala.


Penyakit kulit ini diawali dengan munculnya bintik-bintik kecil pada kulit. Bintik-bintik ini kemudian menyatu dan membentuk bintik-bintik yang ukurannya lebih besar. Bercak yang muncul bisa berwarna merah muda, merah, atau coklat.


Bintik-bintik pada dermatitis numularis sering kali membengkak, melepuh, dan mengeluarkan cairan. Selain itu, bercak tersebut cenderung terasa sangat gatal, terutama di malam hari. Seiring waktu, tambalan akan menjadi kering, berkerak, dan bersisik. Terkadang, bagian tengah bercak terlihat bersih, sehingga sering disalahartikan sebagai ringworm atau kurap.


Jika terjadi infeksi, gejala yang ditimbulkannya adalah:


  • Bercak mengeluarkan banyak cairan

  • Ada kerak kuning di bercak

  • Kulit di sekitar bercak terasa panas, bengkak, dan nyeri

  • Tidak enak badan


3. Kulit kering dan berbagai faktor risiko lain untuk dermatitis numularis


Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan dermatitis numularis. Namun, banyak orang dengan kondisi ini memiliki riwayat alergi, asma, dan dermatitis atopik atau eksim.


Penderita dermatitis numerik juga cenderung memiliki kulit yang kering dan sensitif sehingga mudah teriritasi. Selain itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena dermatitis angka antara lain:


  • Kulit kering

  • Stres

  • Penggunaan produk yang dapat mengiritasi kulit, seperti sabun, logam, dan formaldehida

  • Menderita eksim atau jenis dermatitis lainnya

  • Memiliki aliran darah yang buruk di kaki

  • Cedera kulit, seperti gigitan serangga, luka bakar, atau cakaran

  • Pernah dioperasi

  • Hidup di iklim yang dingin atau kering

  • Obat-obatan tertentu seperti interferon


4. Perbedaan antara dermatitis numularis dan ringworm


Dermatitis numularis sering disalah artikan sebagai ringworm atau kurap. Pasalnya, kedua penyakit kulit ini sama-sama memiliki bercak melingkar yang berwarna merah dan gatal. Namun, terdapat beberapa perbedaan antara kedua kondisi tersebut.


Melansir Medical News Today, dermatitis numularis diawali dengan bercak kecil yang berubah menjadi bintik besar berbentuk koin atau lonjong. Selain gatal, kondisi ini juga dibarengi dengan sensasi terbakar pada kulit.


Di sisi lain, kurap menyebabkan bercak yang mungkin lebih terang di tengah atau tampak bersih, sehingga tampak seperti cincin.


Kurap adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur yang dapat menular ke orang lain dan biasanya diobati dengan pemberian obat antijamur.


Sedangkan dermatitis numularis merupakan kondisi peradangan pada kulit. Ada beberapa pemicu dan faktor yang meningkatkan risiko tersebut, seperti kulit yang sangat kering dan sensitif. Menjaga kulit tetap terhidrasi, menghindari faktor pemicu, dan menggunakan obat eksim dapat meredakan gejala pada dermatitis Sementara itu, dermatitis numularis merupakan kondisi peradangan pada kulit. Ada beberapa pemicu dan faktor yang meningkatkan resikonya, seperti kulit yang sangat kering dan sensitif. Menjaga kulit tetap terhidrasi, menghindari faktor pemicu, dan menggunakan obat-obatan eksim dapat meredakan gejala pada dermatitis numularis.


5. Pengobatan dermatitis numularis


Untuk membantu meredakan gejala, berbagai hal dapat dilakukan untuk mengatasi dermatitis numularis. Seperti yang dijelaskan di halaman National Health Service, berikut cara mengobatinya:


Penggunaan obat sesuai resep dokter:


  • Emolien, untuk merawat kulit kering atau bersisik seperti eksim

  • Kortikosteroid topikal, untuk mengobati peradangan

  • Antibiotik, diberikan jika terjadi infeksi

  • Antihistamin, untuk mengatasi gejala gatal, terutama jika mengganggu tidur


Perawatan yang bisa dilakukan secara mandiri antara lain:


  • Hindari penggunaan sabun atau detergen yang dapat mengiritasi kulit

  • Menghindari goresan atau lecet pada kulit, misalnya dengan memakai sarung tangan

  • Gunakan emollient atau moisturizer untuk melembabkan kulit

  • Hindari menggaruk kulit

  • Pastikan untuk mengambil perawatan yang direkomendasikan oleh dokter 


Jika upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang maksimal, dapat dilakukan fototerapi dengan menggunakan sinar ultraviolet (UV) pada area kulit yang terkena untuk membantu mengurangi peradangan.

Situs Poker Online, Domino Qiu QiuPoker88Agen Judi Poker OnlinePokersnow

0 Comments for "Waspadai Dermatitis Numularis, Berikut Penjelasan dan Pengobatannya"