Ilustrasi, sumber foto: unsplash.com/@annetran
Konsumen adalah setiap orang yang menggunakan fungsi dari diciptakannya suatu barang atau jasa, ya. Sebagai konsumen pasti ingin mendapatkan manfaat dan keuntungan yang maksimal bukan? Ya tentu saja.
Namun, tak jarang banyak konsumen yang terjebak transaksi pembelian yang salah, lho. Sehingga niat awal untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan yang maksimal akan tereksploitasi secara finansial. Penasaran dengan ciri-ciri konsumen yang tanpa disadari menjadi korban eksploitasi? Simak saja penjelasannya di bawah ini ya!
1. Tergiur dengan manfaat semu dari sistem hutang
Sumber foto: unsplash.com/@belart84
Kalau ada yang bisa berhutang dulu, kenapa harus bayar langsung? Tanpa kamu sadari, ada dampak negatif yang luar biasa juga lho. Mulai dari belanja yang tidak terkontrol karena kamu hanya harus memilih tanpa membayar hingga mungkin ada beban bunga yang harus kamu bayarkan saat melunasi hutang.
Selain itu terkadang ada yang menerapkan sistem hutang dan diberikan potongan harga, sedangkan yang membayar langsung malah tidak mendapat potongan. Jika terjadi transaksi seperti itu, konsumen mana yang tidak akan tergiur? Sepertinya banyak yang tergiur, ya. Pastikan setiap keputusan dihitung dengan cermat.
2. Niat membeli dengan eksekusi yang jauh berbeda
Sumber foto: unsplash.com/@joshrh19
Nah, ini hal yang biasa dilakukan oleh perempuan, meski tidak menutup kemungkinan bisa juga laki-laki menjadi pelakunya, ya. Sebelum jalan, kamu udah niat beli barang, tapi sesampainya di tempat tujuan berubah drastis. Kalau perubahannya hanya satu atau dua, mungkin tidak apa-apa ya.
Tapi kalo niatnya beli 1 item lalu mau 10 item tambahan rasanya sangat merugikan, nih. Bisa jadi saat itu kamu hanya haus mata dan memikirkan jangka pendek. Jadi, lebih baik kamu fokus pada niat awal kamu untuk membeli kebutuhan tanpa menambah berbagai keinginan lain yang tidak sepenting itu.
3. Tergoda oleh kecantikan palsu
Sumber foto: unsplash.com/@utochkina
Pernahkah kamu merasakan bahan makanan kamu terasa begitu indah ketika kamu melihatnya di tempat pembelian, tetapi ketika kamu pulang dan melihatnya, barang itu menjadi normal? Sepertinya cukup sering, nih. Jika itu sering terjadi pada kamu, mengapa itu terus berulang lagi dan lagi? Harus belajar dari pengalaman, nih. Mungkin kamu secara tidak sadar termakan oleh sistem pemasaran yang mengindahkan suatu produk, lho.
Misalnya, adanya cermin cekung membuat kamu saat menjajal outfit keren karena terlihat berkelas. Belum lagi pencahayaan yang maksimal membuat penampilanmu semakin kece parah, ya. Hingga pada akhirnya kamu membeli banyak baju. Itulah dampak dari godaan kecantikan ilusi saja, kamu harus berhati-hati mulai sekarang!
4. Tergiur dengan keistimewaan barang bermerek
Sumber foto: unsplash.com/@belart84
Jika suatu produk sudah memiliki nama yang bagus, rasanya akan lebih cepat laku dibandingkan produk lain yang kurang terkenal padahal kualitas sebenarnya lebih baik. Pasalnya, pasar juga memiliki penggemar fanatik yaitu konsumen yang mau dieksploitasi secara finansial. Jika memang membutuhkannya, maka tidak apa-apa jika membeli barang branded dengan harga tinggi. Namun jangan tutup mata jika ada produk lain yang kualitasnya lebih baik meski dengan harga yang terjangkau.
Tapi kalau kamu hanya membeli barang branded karena mementingkan gengsi, sepertinya itu hanya mengeksploitasi diri sendiri ya. Bayangkan saja jika merek favorit kamu merilis produk mewah baru setiap bulan, lalu berapa biaya yang harus kamu keluarkan untuk memuaskan rasa prestise kamu? Percayalah, kamu akan selalu merasa kurang dan kurang. Pencapaian status sosial yang tinggi tidak akan pernah berakhir, jadi lebih baik mulai sekarang ubah pola pikir, ya!
5. Mudah tergiur dengan pembelian yang lebih hemat
Sumber foto: unsplash.com/@annetran
Kamu sering mendengar bahwa membeli dalam jumlah banyak akan mendapatkan diskon besar-besaran bahkan mendapatkan hadiah tambahan secara gratis? Seperti yang biasa dikatakan oleh promosi penjualan, ya. Sebelum kamu tergoda, coba hitung baik-baik bagaimana keuangan kamu, nih. Mungkin masih ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi, tapi kamu malah tergoda untuk membeli satu barang dalam jumlah banyak dengan godaan agar lebih hemat. Ingatlah jika kamu melakukan itu tidak ada yang hemat tetapi boros karena kamu harus mengambil tabungan untuk membeli kebutuhan lain.
Menjadi konsumen yang bijak ternyata harus ekstra hati-hati sebelum bertransaksi ya. Jangan sampai apa yang kamu beli tidak benar-benar menguntungkan kamu, tetapi menjadi beban yang berkepanjangan. Jadi mulai sekarang atur lebih baik lagi ya!
Situs Poker Online, Domino Qiu Qiu, Poker88, Agen Judi Poker Online, Pokersnow







0 Comments for "Apa Kamu Juga Termasuk Konsumen yang Tereksploitasi? Cek di 5 Ciri Ini"