Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
Tingkat penularan virus HIV di antara pasangan sesama jenis laki-laki meningkat di seluruh dunia. HIV adalah jenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan AIDS. Virus yang dikenali sejak 1950 itu hingga kini belum juga ditemukan obatnya. Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk meredakan gejala dan memperpanjang umur penderitanya.
Tak jarang, virus HIV dikaitkan dengan risiko penyakit menular seksual. Pasalnya, cara penularan keduanya memang serupa, yakni melalui hubungan seksual tanpa menggunakan alat pelindung dan seringkali satu orang berganti pasangan. Pastinya, tak hanya pasangan sesama jenis, pasangan sesama jenis memiliki risiko tinggi yang sama untuk tertular virus ini.
Lalu, Apa Hubungannya Dengan Seks Anal?
Hubungan seks melalui anus, yang dikenal sebagai seks anal, adalah cara berhubungan seks yang populer bagi pasangan. Padahal, dibandingkan penetrasi vagina, cara berhubungan seks melalui anus atau seks anal ini lebih berisiko tertular virus HIV.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Epidemiology, tingkat penularan virus ini 18 persen lebih besar pada pasangan yang melakukan seks anal. Bagaimana ini bisa terjadi? Ternyata, jaringan dan pelumas alami yang dimiliki vagina dan anus tidak sama. Vagina memiliki banyak lapisan yang berfungsi untuk menangkal infeksi virus. Berbeda dengan anus yang hanya memiliki satu lapisan pelindung.
Tak hanya itu, anus ternyata tidak menghasilkan pelumas alami seperti vagina sehingga resikonya semakin tinggi saat penetrasi melalui anus dilakukan. Nah, dari luka inilah virus HIV bisa berkembang dan menyebar. Infeksi virus ini juga terjadi melalui kontak langsung dengan cairan rektal di anus. Cairan dubur ini kaya akan sel imun yang tinggi sehingga memudahkan virus HIV untuk tumbuh dan berkembang biak.
Jika salah satu pasangan dinyatakan positif mengidap virus HIV, penularan ke pasangan lebih mudah melalui cairan rektal jika penetrasi dilakukan secara anal atau rektal. Ini karena, tidak seperti vagina, rektum tidak memiliki cara untuk membersihkan dirinya sendiri secara alami, sehingga mencegah infeksi lebih sulit daripada penetrasi vagina.
Pentingnya Melakukan Pemeriksaan Kesehatan
Penularan HIV juga lebih mungkin terjadi pada seseorang yang sering berganti pasangan atau tidak menggunakan pelindung saat berhubungan seks. Penularan HIV tentunya lebih mudah dicegah dengan melakukan seks aman dan tidak sering berganti pasangan, serta mencegah penyakit menular seksual.
Yang tak kalah penting, pemeriksaan kesehatan rutin di rumah sakit, agar deteksi dini dan penanganan segera bisa dilakukan jika teridentifikasi penyakit serius di tubuh.
Situs Poker Online, Domino Qiu Qiu, Poker88, Agen Judi Poker Online, Pokersnow







0 Comments for "Seks Anal Sering Dikaitkan dengan HIV AIDS, Begini Penjelasannya"