DK PBB Adopsi Resolusi yang Haruskan Taliban untuk Hormati Warga yang Tinggalkan Afghanistan

September 04, 2021 0

 

Ilustrasi, sumber foto: Reuters/Stringer


Poker Snow - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah mengadopsi resolusi yang mengharuskan Taliban untuk menghormati memungkinkan orang untuk bebas meninggalkan Afghanistan. Namun, resolusi tersebut tidak termasuk menjadikan Kabul sebagai zona aman internasional seperti yang diharapkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.


Sebelumnya, Prancis, Jerman, dan Inggris mengajukan proposal ke Dewan Keamanan PBB untuk menjadikan Kabul sebagai zona aman. Melalui resolusi tersebut, masyarakat internasional akan memperoleh kekuatan untuk memaksa Taliban agar tidak melanggar komitmen mereka sendiri.


Dilansir dari Al Jazeera, resolusi tersebut disetujui oleh 13 negara anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis. Hanya China dan Rusia yang abstain dan tidak ada negara yang keberatan.


DK PBB mengharapkan Taliban untuk berkomitmen pada janji mereka


Dalam resolusi yang disepakati pada Senin (30/8/2021), Dewan Keamanan PBB berharap Taliban dapat memastikan proses evakuasi yang aman dan tertib.


"Terjaminnya keberangkatan dari orang Afghanistan dan semua warga negara asing dari Afghanistan," kata resolusi itu.


"Dewan Keamanan mengharapkan Taliban untuk memenuhi komitmennya memfasilitasi perjalanan yang aman bagi warga Afghanistan dan warga asing yang ingin meninggalkan Afghanistan hari ini serta dan seterusnya," kata Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield.


Tidak jelas apakah rencana Macron ditolak atau batal diajukan


Resolusi itu mengacu pada pernyataan Taliban pada 27 Agustus, ketika mereka mengatakan warga Afghanistan dapat meninggalkan negara itu kapan pun mereka mau, baik melalui udara atau darat.


Dewan Keamanan PBB juga berharap agar Taliban berkomitmen untuk memenuhi janji-janji lainnya, termasuk menjamin hak-hak perempuan dan tidak menjadikan Afghanistan sebagai sarang teroris.


Sebelumnya, Macron berharap keamanan Kabul bisa menjadi tanggung jawab bersama di bawah naungan PBB.


“Saya sangat berharap (resolusi) ini akan berhasil. Saya tidak melihat siapa yang akan menentang membuat proyek kemanusiaan aman," katanya.


Resolusi tipis agar tidak diblokir oleh China dan Rusia


Para ahli mengatakan rencana Macron untuk menjadikan Kabul sebagai zona aman terlalu ambisius. Di sisi lain, resolusi yang akhirnya disetujui dewan tampak sangat tipis. Mereka mengatakan teks itu dipermudah agar China dan Rusia, yang memiliki hubungan baik dengan Taliban, tidak menggunakan hak veto mereka untuk memblokir resolusi tersebut.


“Ini adalah teks yang cukup tipis. Macron salah karena menjual gagasan zona aman di Bandara Kabul akhir pekan ini, atau karena tidak berkomunikasi dengan jelas," kata pakar PBB di International Crisis Group, Richard Gowan, kepada AFP.


"Resolusi itu setidaknya mengirimkan sinyal politik kepada Taliban tentang perlunya menjaga bandara tetap terbuka, menjamin akses PBB dalam memberi bantuan, mendorong penyelesaian politik melalui dialog yang inklusif, dan tidak melindungi atau melatih teroris," tambahnya.

0 Comments for "DK PBB Adopsi Resolusi yang Haruskan Taliban untuk Hormati Warga yang Tinggalkan Afghanistan"