Studi Menyebutkan Hoax Lebih Laku Daripada Berita yang Ada di Facebook

September 13, 2021 0

 Studi Menyebutkan Hoax Lebih Laku Daripada Berita yang Ada di Facebook



Hasil sebuah studi mengatakan bahwa informasi hoax yang menyebar di media sosial Facebook lebih disukai penduduk Amerika Serikat daripada kabar dengan sumber informasi yang faktual.

Bahkan menurut studi itu kabar hoax memperoleh 6 kali lipat lebih banyak klik ketimbang situs berita dengan reputasi baik pada Pemilu AS pada 2020 lalu.


Pernyataan tersebut adalah bagian dari hasil studi observasi dari Universitas New York (NYU) dan Universitas Grenoble Alpes (UGA) di Perancis yang sudah melewati tinjauan sejawat.


Studi itu mempelajari perilaku pengguna Facebook pada periode sekitar Pemilu Amerika Serikat tahun 2020 silam. Studi ini dilakukan untuk mengukur dan memisahkan efek hoax di antara para penerbit berita pada situs sosial media.


Seperti dikutip dari The Washington Post, para peneliti dari NYU dan UGA mendapati bahwa pada Agustus 2020 hingga awal 2021, penerbit berita yang dikenal sering memberikan hoax memperoleh enam kali lipat lebih banyak likes, shares dan interaksi dibandingkan dengan sumber berita terpercaya seperti CNN atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Semenjak Pemilu Amerika 2016, hoax di Facebook menjadi sebuah persoalan publik. Ditandai dengan hadirnya sejumlah penerbit yang memanfaatkan hoax sebagai ladang untuk mencari jumlah akses situs dan juga massa.


Studi ini juga menunjang kritik soal algoritma Facebook yang memberikan kesempatan bagi para penerbit penyebar hoax untuk memperoleh jumlah akses situs.


"Laporan ini memperlihatkan cara orang-orang berinteraksi dengan konten, yang seharusnya tidak disangkut pautkan dengan seberapa banyak orang yang melihat konten tersebut di Facebook," ujar juru bicara Facebook yakni Joe Osborne.


Osborne juga menyebutkan pada The Washington Post bahwa Facebook mempunyai 80 mitra yang bekerja melakukan cek fakta dengan lebih dari 60 bahasa untuk memberantas hoax.

0 Comments for "Studi Menyebutkan Hoax Lebih Laku Daripada Berita yang Ada di Facebook"